Search
Close this search box.

Alih Fungsi Mushola Jadi Dapur SPPG, Skandal ‘Makan Bergizi Gratis’ di Pesawaran Mencuat.

Pesawaran, Lampung -Recoom news Indonesia ,Dugaan penyelewengan program “Makan Bergizi Gratis” (MBG) kembali mencoreng wajah Bumi Andan Jejama. Sebuah SPPG (Satuan Penyedia Pangan Gizi) di Kabupaten Pesawaran diduga keras melanggar norma agama dan peraturan yang berlaku demi meraup keuntungan fantastis.

Investigasi awak media pada Kamis, 5 Februari 2025, mengungkap praktik janggal di dapur SPPG yang berlokasi di Pesawaran. Oknum pengelola diduga telah menyulap sebuah mushola, tempat ibadah umat Muslim, menjadi dapur produksi. Ironisnya, alih fungsi ini dilakukan demi mengejar pundi-pundi rupiah dari program MBG yang digagas pemerintah pusat.

Kami sangat terkejut mendapati mushola dijadikan dapur,” ujar seorang jurnalis yang enggan disebutkan namanya. “Tempat yang seharusnya suci dan bersih, kini dipenuhi peralatan masak dan bahan makanan.”

Ketika dikonfirmasi, pihak SPPG terkesan menghindar. Penanggung jawab berinisial (IS) berkelit bahwa bangunan tersebut bukanlah mushola, melainkan villa atau penginapan. Namun, bantahan ini dimentahkan oleh fakta bahwa di atas bangunan tersebut masih terpampang jelas lafadz Allah dan kubah.

Tak hanya itu, SPPG tersebut juga diduga belum mengantongi izin-izin yang dipersyaratkan dalam program MBG, seperti sertifikat halal, SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), dan izin penggunaan air. Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran terkesan lepas tangan dan mengarahkan awak media untuk menghubungi Satgas MBG atau Dinas PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu).

“Kami hanya menjalankan sesuai ketentuan,” kilah seorang petugas Dinkes. “Jika sudah sesuai, baru kami laksanakan.”

Sementara itu, Dinas PTSP menyatakan bahwa izin akan dikeluarkan jika sudah ada rekomendasi dari Dinkes. Kondisi ini menimbulkan kesan saling lempar tanggung jawab antar instansi pemerintah.

Masyarakat Pesawaran berharap agar Menko Pangan Zulkifli Hasan turun tangan dan mengusut tuntas dugaan penyelewengan ini. Mereka juga meminta agar oknum-oknum yang terlibat diberikan sanksi tegas, termasuk penutupan dapur SPPG jika terbukti melanggar aturan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Skandal ini menjadi tamparan keras bagi program MBG yang bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat, namun justru dinodai oleh praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Akankah keadilan berpihak pada masyarakat Pesawaran? Kita tunggu saja.

 

Redaktur : Eddy Reyhan

Jurnalis : Ali.S

DL.          : PWRI

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *