Recoom news Indonesia -BANDAR LAMPUNG, 13 Januari 2026 – Proyek pembangunan lift kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandar Lampung yang digadang-gadang sebagai solusi untuk kemudahan akses, kini terjebak dalam lautan masalah. Dengan nilai kontrak mencapai Rp1.481.505.000 dan nomor kontrak 602.03/KTR-LL/D.54/PPK-P4BDGK/III.03/2025, proyek yang diemban CV. Wakak Mullan Tuho justru berlabuh di pelabuhan kelambatan hingga pergantian tahun anggaran ke 2026.
Ketika awak media mendatangi lokasi proyek, suasana yang terpampang bukanlah pemandangan akhir pekan pekerjaan, melainkan deretan pekerja yang masih berjuang melawan waktu. Namun, di tengah kesibukan mereka yang bekerja pada ketinggian puluhan meter, terlihat jelas bahwa keselamatan mereka seperti kertas yang diterbangkan angin – tidak ada Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai disediakan oleh pihak rekanan.
“Seolah-olah keselamatan pekerja hanyalah embun pagi yang cepat menghilang,” ujar salah satu saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya.
Berkepanjangan waktu pengerjaan ini menuai banyak pertanyaan tajam dari masyarakat: Apakah pihak kontraktor sengaja menjadikan keselamatan sebagai boneka kayu? Mengapa proyek yang seharusnya rampung akhir tahun lalu kini masih seperti kapal tanpa arah? Dimana peran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung sebagai penjaga kebenaran proyek ini? Apakah ada teguran yang menusuk hati atau bahkan sanksi yang akan diberikan kepada kontraktor yang gagal memenuhi janji?
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan mengingat proyek ini menggunakan uang negara yang seharusnya berkembang menjadi pohon kesejahteraan, bukan malah berubah menjadi beban berat.
Masyarakat mengharapkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) segera menurunkan tangan seperti petir yang menerangi kegelapan, untuk melakukan pemeriksaan mendalam tidak hanya pada proyek lift ini, melainkan juga seluruh proyek yang dikelola Dinas PU Kota Bandar Lampung tahun 2025 yang diduga menyimpan banyak batu tersembunyi.
Redaktur : Eddy Reyhan
Jurnalis : Denis
DL: PWRI



