BANDAR LAMPUNG — Suasana memanas di Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Barat. Ratusan warga Lingkungan II menggelar aksi damai penolakan pergantian Kepala Lingkungan (Kaling) di depan Kantor Kelurahan Batu Putuk, Jumat (9/10/2026).

Aksi ini dipicu kekecewaan mendalam para Ketua RT, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Pergantian Kaling dari Heriyanto kepada Ansori dinilai dilakukan tanpa musyawarah dan tanpa sepengetahuan warga.
Massa aksi membawa Berita Acara Penolakan terhadap SK pengangkatan Kaling yang baru. Secara tegas, seluruh elemen masyarakat yang hadir menyatakan penolakan mereka.
“Kepala lingkungan sebelumnya, Heriyanto, sudah terbukti kinerjanya untuk warga.
Beliau dekat, responsif, dan selalu ada untuk kita. Kami memutuskan agar beliau tetap menjabat,” ujar Solihin, tokoh pemuda Lingkungan II, di lokasi aksi.
Warga menekankan: meski masa jabatan Heriyanto disebut telah habis per 1 Agustus 2026, namun pergantian secara sepihak dianggap melukai rasa keadilan dan semangat kebersamaan yang selama ini terjalin.
Lurah: Sudah Sesuai Perwali
Menanggapi gelombang penolakan tersebut, Lurah Batu Putuk, Nirwana, S.Sos., menegaskan langkah yang diambil telah sesuai ketentuan.
“Saya mengikuti Peraturan Walikota. Pengangkatan Kepala Lingkungan diusulkan lurah kepada camat, lalu SK ditandatangani camat selama calon berdomisili, berusia maksimal 60 tahun, dan berijazah minimal SMA,” jelasnya.
Peraturan memang memberi kewenangan demikian. Namun di sinilah letak perdebatan: secara administratif mungkin sah, tetapi secara sosial dan kemanusiaan, apakah tidak perlu mendengar suara warga yang dilayani?
Aksi Berjalan Damai, Aspirasi Diterima
Suasana tetap kondusif berkat kehadiran aparat keamanan.
Turun langsung:
– Plt. Camat Teluk Betung Barat, Angga Dwiyansyah
– Lurah Nirwana, S.Sos.
– Wakapolsek Teluk Betung Barat, Erwin, S.H.
– Babinkamtibmas & Babinsa
Aspirasi warga telah diterima oleh pihak kecamatan dan kelurahan untuk dibahas lebih lanjut.
Kini masyarakat menanti: apakah SK Ansori akan tetap berlaku, atau akan dibuka ruang musyawarah baru demi meruntut keinginan ratusan warga Lingkungan II?
Publik menunggu kebijakan yang bijaksana yang tidak hanya benar di atas kertas, tetapi juga dirasakan adil di tengah masyarakat.
Redaktur : Eddy Reyhan
Jurnalis. : Dhenise
DL. : PWRI Lampung



