Search
Close this search box.

Diduga Ketahuan Dekat Pria Lain, Oknum ASN Pemprov Lampung Serang Suami; Sang Suami Malah Pernah Dikriminalisasi  

Bandar Lampung, 5 Agustus 2026 Sebuah kisah pilu mengguncang rumah tangga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial AT, yang bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Alih-alih menjaga kehormatan rumah tangga, AT justru diduga terjerat kedekatan dengan pria lain, dan ketika ketahuan, ia disinyalir menyerang suaminya sendiri. Lebih memilukan, sang suami yang menjadi korban kekerasan justru pernah dilaporkan balik dan dikriminalisasi.

 

Peristiwa ini bermula pada dini hari tanggal 17 Juli 2026, di kediaman keluarga tersebut di wilayah Kelurahan Telukbetung Timur. Sang suami terbangun dan mendapati istrinya asyik memandang layar gawai di ruang tamu, jauh sebelum waktu bangunnya tiba. Keheranan mulai menyusup ke hati sang suami, lantaran suasana rumah sunyi senyap, tak seperti biasanya yang telah riuh oleh kesibukan rumah tangga.

 

Ketika ditegur dengan lembut agar segera bersiap untuk ibadah dan kesibukan pagi, tanggapan AT bagai hantaman badai. Alih-alih menyadari kesalahan, ia justru membentak dan melawan. Saat sang suami mencoba mengambil gawai tersebut, pertikaian tak terelakkan. AT disinyalir mengamuk bagaikan api yang membara tanpa kendali, menerjang suaminya hingga jatuh terjerembap, lalu mencakar dan memukulnya tanpa ampun. Akibat ulah itu, luka memerah menggores lengan kiri dan wajah sang suami, siku kanan terasa perih, serta jari tangan kanan membiru tertimpa amukan istrinya.

 

“Ini bukan kali pertama ia meledak-ledak tanpa alasan yang jelas. Seringkali persoalan sepele berubah menjadi guncangan rumah tangga yang dahsyat, seakan tak peduli akan kesunyian anak-anak,” ungkap sang suami dengan nada getir. Ia menambahkan, di balik layar, AT kerap membagikan hal-hal yang seharusnya tertutup rapat sebagai aib keluarga ke ruang publik media sosial.

 

Ujian rumah tangga ini ternyata telah berlangsung lama. Kalaupun sang suami bertahan hampir dua puluh tahun, semata-mata demi menjaga hangatnya kasih sayang di tengah keluarga, agar anak-anak tumbuh dalam naungan kasih sayang utuh. Namun, kesabaran itu pun kini diuji habis-habisan.

 

Peristiwa serupa bahkan telah terjadi sejak tahun 2024 silam. Saat itu, AT juga diduga ketahuan menjalin kedekatan lewat pesan bermedia sosial dengan beberapa pria lain. Ketika sang suami berusaha menahan pukulan istrinya yang melanda di saat ia sedang terlelap, AT justru berbalik melaporkan suaminya ke pihak berwajib atas dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sang suami yang menjadi korban kekerasan justru diposisikan seakan-akan pelaku.

 

“Kalaupun saya tak melaporkannya, bukan berarti luka itu tak ada. Segala bukti pesan, rekam jejak, hingga foto luka yang membiru dan berdarah masih tersimpan rapi bagai saksi bisu atas segala amukannya,” ujar sang suami dengan tegas. Kala itu, persoalan berakhir lewat jalan damai dan laporan pun ditarik kembali. Namun, kesabaran itu kini tampaknya telah menipis hingga ke batas terakhir.

 

“Selama ini saya bertahan, namun jika di masa muda saja ia berani mengangkat tangan dengan semena-mena, bagaimanakah di masa tua kelak? Cukup sudah. Demi kebaikan bersama dan agar tak tertanam luka di hati anak-anak, persoalan ini harus berakhir di titik ini,” tegasnya dengan kepala tegak namun hati yang teriris.

 

Hingga berita ini diturunkan, upaya awak media menghubungi pihak yang diduga terlapor, AT, belum memperoleh tanggapan maupun klarifikasi. Ruang hak jawab tetap terbuka seluas-luasnya sesuai amanat Undang-Undang Pers, guna keadilan dan kebenaran yang sesungguhnya.

 

 

 

 

Redaktur : Eddy Reyhan 

Jurnalis. : Denise 

DL. : PWRI Lampung 

 

 

 

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *