rcmnewstvindonesia.com-merbau MATARAM Mutu pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Merbabu Mataram, Lampung Selatan, kembali menjadi sorotan tajam. Institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan penanganan kesehatan masyarakat justru dicatat memberikan layanan yang amburadul dan berjalan selambat kura-kura. Hal ini terungkap saat tim media melakukan pengecekan langsung di lokasi, Kamis (7/5/2026).

Sebelumnya, tim media telah berkoordinasi empat hari sebelumnya untuk melakukan konfirmasi. Melalui KTU, diinformasikan bahwa Kepala UPT sedang berhalangan hadir karena ada kegiatan lain. Setelah disepakati jadwal pertemuan untuk hari Kamis, tim media pun hadir tepat waktu. Namun sayang, janji yang dibuat bagaikan angin lalu. Pihak kepala KUPT maupun staf terkait tidak kunjung menampakkan batang hidung, menunjukkan sikap yang tidak profesional dan mengabaikan tanggung jawab.
Tidak hanya soal komitmen yang patah, kondisi pelayanan terhadap pasien pun memilukan. Di ruang tunggu, terlihat jelas wajah-wajah warga yang sudah kelelahan menanti. Seorang pasien mengaku dengan suara lirih bahwa ia sudah menunggu berjam-jam namun belum juga dipanggil.
“Sudah dari tadi pagi menunggu, sampai badan terasa kesemutan pun nama saya belum juga dipanggil,” keluhnya.
Kondisi ini membenarkan anggapan masyarakat bahwa pelayanan di sana jalan di tempat. Meskipun petugas terlihat ada, namun kehadiran mereka ibarat kosong melompong karena penanganan terhadap pasien sangat lambat.
Fasilitas Terbengkalai, Anggaran Dipertanyakan..?!
Tak hanya pelayanan yang lelet, kondisi fisik bangunan dan sarana prasarana juga terlihat terlantar bak anak tirikan. Ditemukan sejumlah peralatan dan fasilitas yang terbengkalai dan tidak terawat maksimal, yang seharusnya menjadi tulang punggung kenyamanan pasien.
Terlihat tumpukan tempat sampah yang tidak difungsikan, jendela yang sudah kusam dan kotor, hingga bener yang robek namun tidak kunjung diganti. Pemandangan ini memunculkan tanda tanya besar di benak publik: apakah anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) benar-benar digelontorkan atau justru terbuang sia-sia untuk hal-hal yang tidak produktif?
Warga Pilih “Lari” ke RS
Buruknya pelayanan ini membuat kepercayaan masyarakat runtuh seketika. Banyak warga yang kini enggan lagi mengandalkan puskesmas setempat.
“Pelayanan kurang baik dan lambat. Kalau ada keluarga yang sakit, sekarang kami lebih memilih langsung membawanya ke RS Airan Raya daripada harus menumpahkan harapan di sini yang akhirnya hampa,” ungkap salah satu warga.
Masyarakat Merbabu Mataram mendesak agar Bupati, jajaran Dinas Kesehatan, dan Inspektorat segera turun tangan. Mereka meminta dilakukan pembenahan total dan pengawasan ketat. Jika kelalaian ini masih terus terjadi, warga menuntut sanksi tegas diberikan sesuai aturan yang berlaku, bahkan tak segan meminta oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut dicopot dari jabatannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons atau klarifikasi dari pihak terkait terkait polemik ini.
Redaktur : Eddy Reyhan
Jurnalis. : M. Kholil
DL. : PWRI Lampung



