Search
Close this search box.

Semarak Hut Ke-72 Desa PUGUNG Raharjo: Ketum Bela Budaya Nusantara Kobarkan SEMANGAT Olahraga Sebagai Jembatan persaudaraan  

LAMPUNG TIMUR – Suasana riuh dan gembira membungkus Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, saat puncak peringatan Hari Jadi desa yang ke-72 digelar pada Kamis (2/7/2026). Lapangan Merdeka menjadi saksi hangatnya kebersamaan warga yang berkumpul memadati setiap sudut, menyambut digelarnya Turnamen Sepak Bola Terbuka sebagai puncak pesta rakyat.

Kehadiran Ketua Umum Bela Budaya Nusantara, Mulyono, menjadi bunga tersendiri bagi acara ini. Ia hadir bukan sekadar sebagai tamu kehormatan, melainkan membawa suntikan semangat bagi para peserta dan warga yang sudah berdatangan sejak matahari menyapa bumi.

“Si kulit bundar” yang menggelinding di atas rumput lapangan ini bukan sekadar alat adu kekuatan atau gengsi semata. Ia adalah benang merah yang menjalin persaudaraan, cermin jiwa gotong royong yang tak pernah pudar dari jati diri warga Pugung Raharjo.

Dalam sambutannya, Mulyono menegaskan bahwa di tengah derasnya arus zaman yang kerap mengikis nilai luhur, olahraga dan budaya adalah dua tiang penyangga yang tak boleh goyah. “Jaga warisan leluhur seperti menjaga biji mata, dan jadikan lapangan ini ladang persahabatan, bukan ajang permusuhan,” ujarnya disambut tepuk tangan riuh warga.

Ia pun memuji antusiasme warga yang tak pernah luntur sebuah bukti bahwa cinta terhadap kampung halaman masih membara di dada setiap jiwa. Pesannya tegas: mainlah dengan hati yang jujur, junjung tinggi sportivitas layaknya menjaga kehormatan diri sendiri, dan jadikan pertandingan ini batu loncatan untuk melahirkan bibit atlet berbakat dari tanah kelahiran sendiri.

Deru sorak penonton menyertai setiap gerak pemain di pertandingan pembuka yang berlangsung sengit namun tetap beradab. Panitia berharap, ajang ini bukan sekadar meninggalkan kenangan kemenangan semata, melainkan melahirkan talenta muda Lampung Timur yang siap bersinar di kancah yang lebih luas.

Di balik kemeriahan sepak bola ini, peringatan hari jadi ke-72 juga menjadi momen merenung sejenak: Desa Pugung Raharjo bagai permata yang menyimpan dua kekayaan tak ternilai—jejak sejarah purbakala yang menancap kokoh, serta budaya hidup yang terus berdenyut di nadi warganya.

Bersama dukungan seluruh elemen masyarakat dan organisasi seperti Bela Budaya Nusantara, desa ini dipastikan akan terus melangkah tegap: tumbuh makmur di atas kemajuan, namun tak pernah membuang akar tradisi yang menjulang kuat.

 

 

 

Redaktur : Eddy Reyhan 

Jurnalis. : Indra Jaya 

DL. : PWRI Lampung 

 

 

 

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *